Benarkah Shopping Membuat Bahagia? - 1 November 2011 - My PTC List You Have to Follow
My site

Site menu

Section categories
Berita Nasional [18]
Only Indonesian News
International News [26]
Only From Another Country
Fashion & Beauty [23]
about clothes, and cosmetics
Love and Romance [10]
Family and Children [4]
Healthy Life [53]
Entertainment [40]
Movies, Series, Musics, Anime, Manga, Gossip Selebrities, Games, and ect
Sports [7]
Islamic World [3]
Because the owner is a Muslim.. so, the site just accept anything about Islam
Food & Drink [14]
Flora & Fauna [4]
Science & Technology [6]
Ghost Story [3]
Misc [12]
Hobby, Travelling, Network & Computer, Automotif, Electronic, Gadget and ect
Culture and History [3]
Humor [2]
Lifestyle [22]
at home, office, and everywhere you are
Sinopsis Film [4]
Indonesia, Hollywood, Bollywood, Asia, and ect
Sinopsis Drama Asia [7]
China, Korea, Japan, Taiwan
Tag Board
100
Our poll
Price My Site, Please!!
Total of answers: 13
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form


My Facebook

Calendar
«  November 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
Entries archive
Site Friends




HOSTING MURAH


My Source






















Main » 2011 » November » 1 » Benarkah Shopping Membuat Bahagia?
8:35 PM
Benarkah Shopping Membuat Bahagia?

TRIBUNNEWS.COM - Shopping alias berbelanja menjadi kegiatan yang digemari kalangan wanita. Selain untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, shopping meski hanya sekedar berkeliling di mal menjadi pilihan banyak orang untuk mengembalikan mood-nya. Aktivitas yang disebut juga dengan retail therapy ini bahkan kepuasannya disejajarkan dengan seks.

Para peneliti dari Universitas Westminster di London, Inggris, menemukan bahwa pada perempuan, aktivitas shopping mengaktifkan area tertentu di otak yang juga akan aktif saat sedang berhubungan seks.

"Shopping menyebabkan kita berinteraksi dengan dunia dan mengeksplorasi ketertarikan. Membeli barang yang kita sukai juga menggambarkan kita menghargai diri sendiri," kata April Lane Benson, penulis buku To Buy or Not to Buy: Why We Overshop and How to Stop.

Ia menjelaskan, kegiatan berbelanja seharusnya dilakukan secara sadar. Tanyakan pada diri secara jujur apakah kita memiliki waktu, energi, uang, dan pengalihan emosi.

"Shopping seharusnya tidak dipakai untuk mengisi kekosongan di hati. Cara ini tak akan berhasil dan akan menjauhkan kita dari kesadaran apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan cara mendapatkannya," katanya.

Walau pun shopping bisa mendatangkan bahagia, tapi jika hanya meninggalkan utang kartu kredit, kebahagiaan itu tak akan bertahan lama. Apalagi, sebagian besar orang membeli barang-barang yang tidak dibutuhkannya.

"Ingatlah bahwa kita tak akan pernah merasa cukup pada apa yang sebenarnya tidak dibutuhkan," katanya.

Category: Lifestyle | Views: 143 | Added by: nadaegan | Tags: belanja, benarkah, Shopping, membuat, bahagia | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:



Copyright MyCorp © 2016
Free web hostinguCoz